[Ke]pahlawan[an] Masa Kini

Oleh: Aditia Oktaviyanto, M.Pd*

Kisah kepahlawanan lahir oleh rahim nasionalisme zaman kemerdekaaan. Berkat kisahnya, nasionalisme sebagai sebuah ideologi tetap kokoh tetap terjaga dan kokoh. Narasi perjuangan nasional para pahlawan seperti Diponegoro, Sisingamangaraja, Pattimura dan lainnya menjadi penting dan berarti bagi seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali bagi anak-anak di pedalaman Papua, anak sekolah di kaki Kerinci. Hal ini bertujuan agar mereka yang tak mengenal langsung para pahlawan dapat masuk ke dalam rasa hayat kolektif akan narasi perjuangan nasional pasca kolonial.

Karena hal itu, dipaparkan satu pemahaman politis betapa Indonesia amat pantas untuk dijaga, dipertahankan, jika perlu dengan tindakan yang sama heroik dan berdarah seperti yang dilakukan Diponegoro atau Pattimura. Dengan itulah kita bisa memahami kenapa terus direproduksi silogisme “bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai para pahlawannya”. Dengan silogisme ini, “masa lalu, masa kini, dan masa depan” diatur dalam garis lurus yang jelas dan stabil, seperti kontinum tanpa celah, seperti sungai yang terus mengalir, tanpa mengenal kata pasang surut.

Dalam kasus Indonesia, pahlawan dan kepahlawanan merupakan salah satu elemen penghubung yang memungkinkan proyeksi “Bhinneka Tunggal Ika” tetap terjaga. Salah satu tujuan menciptakan pahlawan adalah untuk mempertahankan “rasa” abstrak ikatan nasional. Rakyat Indonesia dengan keragaman asal, bahasa ras, adat dan agama diikat oleh rasa hayat terimakasih kepada para pahlawan yang telah berjuang melawan kolonialisme. Dapat dimengerti mengapa semua negara memiliki monumen pahlawan, dan pada saat yang sama sangat mementingkan taman makam pahlawan yang sengaja dibuat di banyak daerah. Tidak ada lencana lain dalam budaya nasional modern yang semenarik monumen dan makam pahlawan.

Meskipun demikian, terkadang persepsi kita tentang pahlawan dan kepahlawanan diganggu oleh epik kepahlawanan yang auratik dan membius. Setiap kali kita jatuh ke dalam krisis, kita melihat ke masa lalu dan merindukan kebangkitan para pahlawan, orang-orang hebat dengan keberanian dan energi. Padahal, di era saat ini, setiap persoalan bangsa mungkin tak bisa lagi diselesaikan dengan hanya pidato pemimpin yang membakar, atau oleh satu atau dua pribadi agung yang berani mengambil tindakan dramatis dan sikap heroik yang sekejap bisa menggugah jutaan masa. Mungkin kehadiran pemimpin yang berani mengambil risiko untuk mengambil tindakan dramatis (seperti mematikan korupsi) bisa membuat agenda pemberantasan korupsi bisa berdaya ledak. Namun bukan berarti korupsi dan persoalan bangsa dapat dengan cepat bisa terselesaikan. Kita butuh lebih banyak lagi pribadi bersih dan berani, serta perlunya langkah-langkah yang lebih kreatif untuk mengatasi stagnasi dan lebih banyak kebijakan yang dirumuskan dengan cermat, terperinci dan diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan.

Saat ini, jika pahlawan dan kepahlawanan masih dibutuhkan, maka dibutuhkan ribuan pahlawan lagi dan jutaan aksi heroik. Namun, ketika pahlawan dan prestasinya mencapai ribuan atau jutaan, mereka tidak lagi seperti pahlawan seperti Diponegoro atau Sisingamangaraja, tetapi menjadi biasa sehari-hari, sederhana dan bersahaja. .. Sanento Yuliman, orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor senirupa, menjelaskan hal ini dalam satu kalimat yang menarik, “Negara yang hebat adalah negara yang menghargai orang biasa dan pekerjaan biasa,” tulisnya. Menarik untuk menempatkan parafrase Sanento dalam konteks “imajinasi produktif”nya Paul Ricoeur, yang memungkinkan lahirnya citra [kebangsaan] yang sebelumnya tak terbayangkan. Ini berlawanan dengan jenis “imajinasi reproduktif” [oleh Ricoeur disebut “reproductive imagination“], sejenis imajinasi yang minimalis kadarnya, karena ia muncul sebagai peng-iya-an dari masa silam. Imajinasi produktif ini membuka diri pada sikap, perilaku, tindakan atau pekerjaan biasa yang mungkin tidak terlampau gagah dan heroik, tidak dilakukan oleh mereka yang rela menyerahkan tubuh dan nyawanya demi keutuhan NKRI, tetapi hanya mereka yang melakukan pekerjaan biasa atau menjalankan ide-ide sederhana.

Dengan kata lain, sikap, tindakan atau pekerjaan itu bukan sesuatu yang epik dengan kekuatan auratik. Dan dapat dilakukan oleh siapa saja, mereka bisa seorang camat yang memimpin dengan bersih dan mempraktikkan transparansi manajemen kebijakan. Mereka bisa seorang pekerja sosial yang mengajarkan literasi kepada anak-anak di hutan. Mereka bisa jadi programer website yang memberikan informasi tentang pejabat dan politisi yang sering bolos melewatkan rapat di DPR. Mereka bisa pembuatsoftware gratis yang ditujukan bagi sekolah-sekolah kekurangan dana. Mereka bisa akuntan KPK yang pendiam, yang rutin bekerja dari jam 8 pagi hingga 5 sore, tapi bekerja dengan cermat dan kebal suap, dan sebagainya.,,. Alih-alih mengutuk kegelapan, mereka memilih menyalakan lilin, tidak peduli seberapa sayu dan kecil nyala api itu. Harus diakui bahwa kita butuh akan hal itu, karena masalah yang dihadapi Indonesia sangat beragam dan terakumulasi dalam berbagai bidang dan aspek. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan Presiden, Kapolri, dan Ketua KPK, atau “orang-orang penting” atau  “nama-nama besar”.

Seperti yang diyakini Thomas Carlyle, sejarah Indonesia sepertinya tidak hanya ditentukan oleh orang-orang hebat. Ini akan menggantikan narasi pahlawan dan kepahlawanan yang beraura epikal yang membuat pribadi-pribadi masa kini yang punya sumbangan kecil dan sederhana tak cukup diakui dan diberi tempat, karena ruang dan rasa hayat terima kasih itu sudah penuh diisi gambar para pahlawan yang tak terjamah dan telanjur wingit, keramat.

Akan tetapi, kini siapa saja bisa menjadi pahlawan dan melakukan tindakan kepahlawanan, yang tidak hanya diukur oleh siapa yang melakukan dan besar-kecil, banyak-sedikit, biasa-luar biasa tindakan yang dilakukan. Namun yang terpenting adalah aktualisasai nilai-nilai [ke]pahlawan[an] dalam tindakan keseharian yang berorientasi kepada kemashlahatan orang banyak. Maka, berbahagialah bangsa yang bisa menghargai orang-orang biasa dan pekerjaan-pekerjaan yang juga biasa.


Penulis

Aditia Oktaviyanto, M.Pd

[Sekretaris Jenderal Harmoni Anak Negeri; Dosen Pendidikan Matematika STKIP Yasika]

Ikrar Sumpah Pemuda sudah menggaung 93 tahun lamanya, tercetus kala itu sebagai bentuk ketegasan eksistensi pemuda di bawah opresi pemerintahan kolonial. Sejarah mencatat, pertemuan para pemuda yang berbeda-beda latar belakang itu bukan tanpa makna, bukan untuk saling unjuk gigi atau membanggakan diri, mereka membawa tujuan yang sama, membahas persatuan dan arti tanah kelahiran. Semua berkumpul dalam atap yang sama, duduk sama rata, berbekal kegelisahan dalam kongres sebelumnya yang seolah terjadi rigiditas gagasan, tak menghasilkan keputusan akhir dari tujuan konferensi. Ya, gerombolan pemuda itu gelisah. Keinginan persatuan itu ada namun tersangkut di tenggorakan, dan berkerak di lidah. Semua masalah ditetapkan dan akan di bahas pada kongres pemuda kedua, yang menjadi cikal bakal sumpah pemuda di Indonesia. Kita semua adalah anak dari sumpah, yang dengannya kita berbahasa, bernusa, dan berbangsa satu.

…….Kongres menginjak hari terakhir dan mencapai acara penutupan. Setelah sumpah yang membebaskan pikiran indonesia dari gagasan buntu tentang kebangsaan itu didengungkan, di Indonesische Clubgebouw, tempat dilangsungkannya kongres, menjadi semakin penuh esak. Ribuan orang yang mendadak hadir ingin mendengar bocoran lagu kebangsaan, yang katanya kebarat-baratan, yang katanya tak nasional, yang katanya marsellaise, yang katanya diciptakan oleh seorang pewarta jawa bernama Wage. Sebelum diperdengarkan, Van der Plas, pejabat kolonial yg hadir berkacak dan berkomentar ketus…. “kalau tuan ingin menyanyikan sebuah lagu, izin dahulu kepada pak polisi yang diujung pintu itu. Sudah melotot tuh”.

Layaknya bertemu hantu, penanggungjawab acara menelan ludah. Polisi terlihat berang, hadirin pun tak sabaran. Akhirnya dipanggil dari ruang belakang, sang penggubah lagu. Wage disuruhnya membawakan lagu tersebut, tanpa lirik, tanpa nyanyian. Walaupun syairnya sudah ditulis, diambilnya tas biola yang sering dibawanya. Sedikit diputarnya pasak biola, lalu dengan tarikan napas dalam dia mulai lantunan karyanya, yang bernama Indonesia Raya.

Lagu telah selesai dimainkan, hening sesaat menyelimuti seisi Clubgebouw. Wage menunduk layaknya seorang komposer, yang disambut riuh pengunjung dan teriakan merdeka yang membangunkan bapak kos serta tetangga di kawasan perumahan elit tersebut. Sebelum akhirnya dibubarkan dengan kawalan polisi, ingatan itu melekat pada pikiran bangsa, selamanya.

Tetap saja, Van der Plas yang telah mendengar lagu tersebut, masih apatis dan tidak terbuai. Entah khawatir jangka acara yang melanggar hukum, atau terpikir caranya pulang tengah malam begini. Atau bisa jadi dia terbuai namun sombong oleh perasaan. Entah.

 

Ilustrasi: Sumpah Pemuda

Dari kegelisahan tentang siapa yang ada di badan ini, di tanah ini, di hati ini pada tiap-tiap pemuda indonesia kala itu beresonansi sehingga gelombangnya kian kuat untuk menggerakan kaki dan hati ini untuk berkumpul dan berpikir. Mereka yang gelisah, memberikan pikiran dan karyanya dalam sebuah waktu yang monumental. Waktu yang ireversibel diaktualisasikan menjadi niat untuk merdeka, yang lanjutannya menjadi niat untuk berbangsa.

Kegelisahan itu kini menjadi perlu dan penting, setiap pemuda wajib mencari jawaban atas kegelisahannya. Seperti Yamin dan Wage muda yang kala itu berusia 25 tahun. Mereka hendak mencari, untuk apa waktu ku isi? Untuk apa aku bersuara? kemanakah aku harus bergerak? apakah akan berhasil?. Semuanya menjadi gagasan dan karya yang membahagiakan, baik diri sendiri maupun bangsa Indonesia, bangsa yang diperjuangkannya. Mungkin dahulu berkat opresi belanda dan pikiran kebangsaan sebagai preteks, pemuda bisa sehebat itu mengkatalisasi kemerdekaan. Andai dahulu pemuda tidak diopresi, namun disuguhi Intisari, mungkin mereka akan bilang.. “Merdekanya nanti saja, bung”.

Kini kegelisahan itu seakan hilang dari pemuda. Pertanyaan itu hilang, oleh sebab para pemuda sibuk mencari remah-remah contekan, mabar game online atau stalking di media sosial. Pemuda sekarang tidak menyadari pentingnya kegelisahan. Itu apimu!… itu baramu!… yang panasnya menggerakkan bangsa. Kegelisahan itu terbukti memerdekakan. Dan rasa puas itu yang justru membelenggu. Kepuasan dan keengganan kita untuk kembali gelisah dan berpikir menjadikan kita hanya memandang abu sumpah pemuda, setelah apinya berkobar sekian lama menjadi suar kemana bangsa ini menuju. Senada seperti kata Bung Karno “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, bangsa, dan tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,”  (Disampaikan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-35),

Rawatlah gelisahmu, wahai pemuda! yang ketika tua telah kehilangan kegelisahan. Yang tak kau sadar, itu apimu.

Di penghujung, saya akhiri tulisan ini dengan menuliskan kembali sajak dari Sutardji Calzoum Bachri:

KALIAN’

Pun

(1982)

Penulis

Aditia Oktaviyanto, M.Pd

[Sekretaris Jenderal Harmoni Anak Negeri; Dosen Pendidikan Matematika STKIP Yasika]

Kemajuan teknologi pada saat ini sangatlah pesat perkembangannya. Hal ini sudah banyak diketahui dari hasil-hasil kemajuan teknologi yang dapat kita rasakan manfaatnya baik dalam segala bidang aspek kehidupan seperti komunikasi, sosial, pendidikan, ekonomi dan lain-lain. Berbagai produk baik alat maupun aplikasi-aplikasi dibuat sebagai fasilitas untuk memudahkan manusia sehingga lebih efektif dan efisien dalamdalam melakukan aktifitasnya. salah satu yang bisa kita rasakan manfaatnya adalah dalam bidang pendidikan.

Sebagaimana kita ketahui pendidikan sangatlah penting bagi manusia, karena dengan pendidikan manusia diharapkan menjadi sosok yang lebih baik atau sering kita sebut “memanusiakan manusia“. Di negara kita sangatlah digembor-gemborkan wajib belajar 12 tahun yaitu dimulai dari sekolah dasar sampai dengan sekolah atas. hal ini tentunya sesuatu kebijakan pemerintah yang positif yang harus didukung oleh semua masyarakat.

Ilustrasi

Pendidikan yang didapatkan selain dari pendidikan yang didapatkan di sekolah-sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya, akses untuk mendapatkan pendidikan dapat juga diperoleh dari media lainnya seperti gadget. penggunaan gadget saat ini seakan telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. pada awalnya gadget dipergunakan hanya sebagai sarana komunikasi, namun saat ini segala kebutuhan manusia hampir semuanya bisa kita dapatkan melalui gadget salah satunya kebutuhan pendidikan. Berbagai aplikasi telah disediakan perusahaan untuk mengakses pendidikan bagi anak-anak.

Berkaitan dengan hal tersebut,  disaat keadaan keadaan dunia sedang dilanda pandemi covid-19 maka serentak sekolah meliburkan dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Oleh sebab itu, secara tidak langsung setiap anak dituntut untuk memiliki gadget agar bisa mengikuti pelajaran yang diberikan sekolah masing-masing. Namun di balik itu, banyak sekali dampak negatif dari pemberian gadget untuk anak-anak yang belum cukup umur baik dari segi kesehatan fisik dan mental, karena penggunaan gadget dapat menimbulkan penyakit adictif atau kecanduan bagi penggunanya sama halnya seperti menggunakan narkoba. hal ini dirasakan tidak hanya oleh anak-anak, namun orang dewasa pun telah banyak yang merasa kecanduan dengan gadget. 

Ilustrasi Kecanduan Gadget

Dari segi kesehatan fisik penggunaan gadget yang berlebihan adalah terkena penyakit cancer dan gangguan organ terutama otak dan mata karena radiasi yang dipancarkan oleh gadget. Hal ini dibuktikan banyak anak-anak di uasia dini sudah menggunakan alat bantu penglihatan seperti kaca mata karena mengalami gangguan penglihatan karena penggunaan gadget yang berlebihan, serta gangguan saraf dan otak yang memeperlambat kinerja otak anak sehingga anak susah menangkap sesuatu atau mudah lupa.

Namun selain dari kesehatan fisik yang lebih berbahaya dari penggunaan gadget adalah gangguan kesehatan mental yang diterima oleh anak-anak karena penggunaan yang berlebihan. Masalah kesehatan mental yang sering kita perhatikan dan banyak timbul pada anak akibat penggunaan gadget adalah introvert atau tertutup dari lingkungannya. Gangguan ini mengakibatkan anak-anak tidak menyukai keadaan sekelilingnya dan lebih senang menyendiri. Tentunya ini akan menghambat pergaulannya ketika dia dewasa harus menghadapi lingkungan sosial, sehingga tidak adanya kepercayaan diri dan keberanian untuk menghadapi kehidupannya.

Selanjutnya penyakit mental yang ditimbulkan dari penggunaan gadget yang berlebihan adalah gangguan emosi yang tidak bisa terkendali. anak-anak yang menderita gangguan ini akan mudah marah, mudah menangis, dan kadang-kadang akan histeris karena halusinasi dalam otaknya. Sekarang banyaknya aplikasi-aplikasi dan konten-konten yang tidak pantas untuk anak-anak, apabila ini dikonsumsi oleh anak tanpa diketahui orang tuanya maka akan membentuk karakter anak yang negatif seperti halnya penyimpangan sexual, emosi labil, ambisius yang mengakibatkan tumbuhnya jiwa kriminal sehingga dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan dalam khayalannya.

Dari semua hal di atas hendaknya perlu dampingan yang ketat oleh orang tua kepada anaknya dalam penggunaan gadget berserta fasilitas dan konten-konten yang tersedia di dalamnya. Selain itu, gadget juga hendaknya dibatasi dalam durasi penggunaannya kepada anak-anak sehingga kesehatan anak bisa terjaga dan terhindar dari penyakit dan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari gadget. Usia anak-anak adalah usia dimana mereka lebih banyak meniru apa yang mereka liat atau imitation. (AH)

   

Occupational Health and Safety – Oil and gas manufacturing or often shortened to oil and gas (Offshore Workers) is one of the most important industries because it is this industry that produces energy to meet the world’s increasing energy consumption.

The oil and gas industry (Offshore Workers) generally carries out five stages of activities, namely exploration, production, processing, transportation, and marketing.

Offshore Accident Lawyer (Pengacara Kecelakaan Lepas Pantai)

Industries engaged in oil and gas have a high risk in the upstream sector, namely in management and drilling activities.

In addition, the downstream sector, namely in the processing and distribution activities, also has almost the same risk as the upstream sector.

As we know, oil and gas exploration and production activities are included in the category of activities with a high level of danger, meanwhile the operating environment on the high seas also contains a high potential for danger.

With two sources of danger at once, namely system processes and marine hazards, it can be said that offshore oil operations are very high risk operations.

Oil and gas plant hazard factors

The dangers of the production process from the work of oil and gas factories are the potential hazards that originate or are caused by several activities carried out in the production process, which are very dependent on:

Materials and equipment used, activities and types of activities carried out.

Potential safety hazards are found in tools/machines, as well as materials used in the production process, such as forklifts (hit), gancu (stabbed), pallets (stripped), and raw materials (overwhelmed, dropped from a pile of raw materials), feed additives (damaged) eyes due to exposure to feed additive dust), cutters, lathes/welding machines (eye damage due to furious splashes, abrasions due to exposure to hot parts, and lung damage due to inhalation of welding dust), burns due to gas leaks, pinched parts, hot flashes from automatic blowdown.

Work accidents at oil and gas plants are usually in drilling related to unexpected gas bursts from wells due to high pressure.

Broadly speaking, there are two main categories of drilling accidents, first is intense and prolonged release of hydrocarbons, second is hydrocarbon spills and gas outbursts during drilling operations.

In the oil refinery production process, chemicals are sometimes used which are harmful to human health and safety as well as the environment.

These potential hazards can enter or affect the body of workers through: inhalation (through breathing), ingestion (through the mouth to the digestive tract), skin contact (through the skin). The occurrence of the effect of chemical potential on the body of the workforce is very dependent on the type of chemical or contaminant.

Every accident does not just happen, but there are factors that cause it. If we can know these factors, then we can take preventive or countermeasures against these accidents.

The main causes of accidents are:

This relates to machines / work tools such as machines that are damaged or not functioning properly. In addition, unsafe conditions can also be in the form of unsupportive working conditions, such as poor lighting, noisy conditions, poor hygiene and installations.

Unsafe conditions can also be caused by poor production methods/processes, imperfect security, damaged work equipment, poor housekeeping, poor lighting, work environment with exposure to B3 or radiation, work environment with high noise , Dirty and slippery workplace.

These unsafe acts are more related to personal workers, including: using equipment that is not good, reckless at work, not using personal protective equipment or doing things without authority, operating machinery/equipment that is not their responsibility, using inappropriate equipment, working while joking, being indifferent/ignorant, working in a drunken state, disobeying procedures/regulations, removing safety equipment, running machines exceeding the specified speed, lifting/transporting excessively, not wearing personal protective equipment.

The weakness of this management system is often related to the work procedure system that is not clear or the absence of standards that can be a reference for workers in carrying out their work activities.

Of the factors above, of course, will also affect the work environment and the surrounding living environment. For the workers themselves, of course, it will result in injury if the accident is very fatal, while for the environment there will be disturbances in the balance of the ecosystem and even a decrease in the quality of the environment.

This decrease in environmental quality is usually caused by the presence of residual materials from the production process that still contain hazardous chemicals. These hazardous chemicals occur not only as a result of industrial accidents, but even more often as a result of poor industrial waste treatment systems.

Other Risk Factors

The other risk factors that are often found in oil and gas factories are as follows:

Explosions can cause very high air pressure accompanied by flames. After that will be followed by a black smoke. The explosion propagating in the air turbulence hole will be more powerful and can cause fatal damage.

When the accumulated gases that are retained in offshore exploration experience a great vibration, caused by various things, such as the movement of the engine wheels, the blow of the air from the compressor and the like, so that the gas is lifted into the air (flying) and then forms a gas cloud. in explosive limit conditions and when there is ignition, there will be an explosion accompanied by a fire.

The weather in offshore exploration activities will determine the operation of an oil mining process. Where in bad weather can cause storms in the area around the exploration .

Special Hazards Arise From Crude Oil

Crude oil is a dark, sticky, highly flammable liquid that can be burned to produce energy. Together with natural gas, crude oil is a very powerful and strategic source of fuel.

The dangers that need attention in addition to general things are also about the dangers of high crude oil explosions. Vapors and gases are explosive and produce toxic fumes.

Crude Oil also contains high sulfur which can be dangerous.

Prevention of the dangers of oil and gas plants

After seeing the process that occurs in an oil refinery and the potential hazards that occur in an oil refinery, the overall accident prevention needed is:

Source: makhaa.wordpress.com

Artikel ini telah tayang di kolaborasianaknegeri.com dengan judul ‘Hazard Factors for Safety and Health of Offshore Workers’, https://kolaborasianaknegeri.com/assignment/hazard-factors-for-safety-and-health-of-offshore-workers/
Penulis: Anaknegeri
Editor: M15

Bekerja di luar negeri bisa menyenangkan, tetapi juga bisa berbahaya. Tidak peduli berapa banyak tindakan pencegahan keselamatan yang Anda ambil, kecelakaan dan cedera sering terjadi — dan terkadang berakibat fatal. Pekerja lepas pantai dapat mengalami cedera parah yang disebabkan oleh kondisi berbahaya di anjungan lepas pantai, kapal awak, rig jack-up, dan kapal tanker, dan di laut itu sendiri. Pekerja sering tidak cukup terlatih dan bekerja berjam-jam dengan sedikit istirahat, membuat risiko cedera semakin tinggi.

Ketika cedera serius terjadi dalam kecelakaan lepas pantai, itu dapat menghancurkan secara emosional dan finansial bagi korban. Mungkin juga sulit untuk menentukan dari mana harus memulai untuk memulihkan kerusakan dari cedera pribadi atau kematian yang tidak wajar. Tempat yang baik untuk memulai adalah menghubungi pengacara kecelakaan lepas pantai yang berpengalaman dalam cedera pribadi dan hukum maritim yang dapat menangani detail rumit kasus Anda dan membantu Anda mendapatkan pemulihan terbaik.

Penyebab Umum Kecelakaan Lepas Pantai

Kecelakaan lepas pantai dan ladang minyak seringkali dapat dicegah. Mereka dapat terjadi selama transfer keranjang, penanganan garis, tabrakan kapal, dan operasi menyelam. Banyak kecelakaan yang sama seperti yang Anda temui di banyak tempat kerja, seperti kegagalan peralatan dan terpeleset dan jatuh. Tetapi karena bekerja di lepas pantai adalah lingkungan tempat kerja yang lebih berisiko tinggi, cedera juga dapat terjadi akibat kebakaran atau ledakan.

Terlepas dari anggaran besar yang terkait dengan industri minyak, kadang-kadang sangat sedikit pelatihan dan pengawasan di anjungan minyak. Jenis kelalaian pemberi kerja ini dapat mengakibatkan lingkungan kerja yang tidak aman yang menyebabkan karyawan yang tidak memenuhi syarat melakukan tugas berbahaya yang tidak dilatih dengan baik, yang mengakibatkan cedera serius.

Kecelakaan lepas pantai biasanya menyebabkan trauma kepala, cedera tulang belakang, anggota badan yang terputus, dan cedera serius lainnya. Cedera ini sering secara khusus disebabkan oleh:

Ketika Anda pernah mengalami semua jenis kecelakaan lepas pantai, apa pun penyebabnya, hal itu dapat menimbulkan trauma fisik dan emosional. Anda mungkin menemukan diri Anda mencoba untuk sembuh dari cedera Anda sambil mencari tahu bagaimana menangani kehilangan gaji reguler dan substansial yang mendukung keluarga Anda. Pengacara kecelakaan lepas pantai kami di Austin, Texas, ada di sini untuk membantu Anda menentukan penyebab kecelakaan Anda dan cara terbaik untuk membuat Anda bangkit kembali secara finansial.

Kerusakan dalam Kasus Kecelakaan Lepas Pantai

Kecelakaan lepas pantai dapat menghancurkan Anda dan keluarga Anda. Anda mungkin mengalami cedera yang memerlukan perhatian dan rehabilitasi medis yang ekstensif dan berkelanjutan, yang menyebabkan tagihan medis yang tampaknya terus menumpuk. Atau sebuah keluarga mungkin pernah mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yang tak berkesudahan. Ketika Anda juga kehilangan sumber penghasilan utama, Anda mungkin merasa tidak akan pernah menemukan kelegaan.

Pengacara kecelakaan lepas pantai dapat membantu Anda menentukan jumlah kerusakan yang mungkin dapat Anda pulihkan dan bernegosiasi atas nama Anda untuk memastikan Anda mendapatkan pemulihan sebaik mungkin. Tergantung pada kasus Anda, Anda mungkin memenuhi syarat untuk ganti rugi yang mencakup kehilangan upah, biaya pengobatan, cacat, trauma emosional, dan rasa sakit dan penderitaan.

Pengacara Anda akan memastikan Anda memiliki semua catatan medis dan dokumentasi yang diperlukan untuk membuktikan biaya nyata yang terkait dengan cedera Anda. Mereka juga akan menunjukkan bagaimana hilangnya upah Anda (baik saat ini maupun di masa depan) mempengaruhi Anda secara finansial, dan memastikan pihak ketiga bertanggung jawab atas kelalaian mereka.

Faktor Apa yang Dapat Mempengaruhi Kasus Kecelakaan Lepas Pantai Anda?

Kasus kecelakaan lepas pantai bisa menjadi rumit. Anda harus menentukan kepada siapa Anda dapat mengajukan klaim secara hukum, bagaimana kompensasi pekerja memengaruhi klaim Anda, berapa banyak pertanggungan asuransi yang tersedia, dan di yurisdiksi mana Anda dapat mengajukan gugatan. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kasus Anda, terutama ketika Anda berusaha menunjukkan kelalaian dari pihak pemberi kerja, termasuk yang berikut ini:

Bagaimana Pengacara Kecelakaan Lepas Pantai Dapat Membantu

Sebagai taktik untuk menghindari pembayaran ganti rugi, biasanya majikan menyangkal bahwa mereka bertanggung jawab atas cedera apa pun pada karyawan mereka di rig lepas pantai atau ladang minyak. Sebaliknya, mereka biasanya berusaha untuk memberikan uang kepada karyawan mereka dan mengklaim bahwa tindakan mereka sendiri yang menyebabkan kecelakaan lepas pantai. Mereka mungkin mengklaim bahwa karyawan tersebut memiliki hak untuk berbicara dan menghentikan seluruh rig di jalurnya jika mereka melihat sesuatu yang tidak aman atau membutuhkan lebih banyak waktu untuk tidur. Beberapa majikan bahkan mungkin mencoba untuk membalas karyawan yang membawa jas dengan mempersulit mereka untuk menemukan pekerjaan lain di industri ini.

Karena semua ini, mungkin sulit untuk memutuskan apakah Anda ingin mengajukan gugatan, terutama jika Anda takut akan disalahkan atas kecelakaan lepas pantai atau masuk daftar hitam industri. Pengacara kecelakaan lepas pantai akan membantu memastikan bahwa ini tidak terjadi dan fakta-fakta cedera Anda terungkap ke permukaan. Seorang pengacara yang berpengalaman dalam kecelakaan lepas pantai tahu bagaimana mendeteksi jenis taktik ini dan memastikan bukti tidak dimiringkan agar sesuai dengan versi kejadian majikan. Mereka juga dapat membantu Anda mengumpulkan saksi kecelakaan lepas pantai dan mendapatkan pernyataan yang menunjukkan sisi cerita Anda.

Pengacara kecelakaan lepas pantai juga sangat akrab dengan hukum maritim, yang diciptakan untuk membantu melindungi pekerja jika terjadi cedera, kecelakaan, dan penyakit. Hukum maritim hanya melindungi orang-orang yang bekerja di luar negeri, dan persyaratan khusus harus dipenuhi untuk memulihkan dalam tindakan di bawah hukum. Pengacara berpengalaman akan tahu bagaimana membuat hukum maritim, dan hukum lain yang berlaku, sesuai dengan keinginan Anda.

Mengapa Menyewa FVF untuk Membantu Kasus Kecelakaan Lepas Pantai Anda?

Pengacara kecelakaan lepas pantai kami yang berpengalaman di FVF ada di sini untuk membantu Anda mengembalikan hidup Anda ke jalur semula setelah cedera atau kematian yang tidak wajar di rig minyak. Kami telah mengadili jenis cedera ini di sekitar Texas dan sering melakukan perjalanan keliling negara bagian untuk menuntut klaim kecelakaan lepas pantai. Kami bekerja tanpa lelah untuk mengadvokasi Anda, mewawancarai saksi, berkonsultasi dengan ahli lepas pantai dan medis, dan melakukan penyelidikan yang diperlukan atas cedera Anda.

Artikel ini telah tayang di kolaborasianaknegeri.com dengan judul ‘Pengacara Kecelakaan Lepas Pantai dan Pelaut: Offshore Accident Lawyer’, https://kolaborasianaknegeri.com/lawyer/id/pengacara-kecelakaan-lepas-pantai-dan-pelaut-offshore-accident-lawyer/
Penulis: admin
Editor: M15

Dalam banyak situasi di mana seorang pekerja maritim terluka dalam pekerjaan, majikan dan perusahaan asuransi mencoba untuk menolak kompensasi apa pun atau mencoba menawarkan penyelesaian yang terlalu rendah.

Ini adalah alasan utama mengapa Anda memerlukan pengacara untuk membantu Anda jika Anda terluka dalam kecelakaan lepas pantai.

Majikan Anda mungkin mencoba untuk segera menawarkan kompensasi kepada Anda dan meminta Anda untuk menandatangani sesuatu yang akan mencegah Anda menuntut kompensasi lebih lanjut di kemudian hari. Menyetujui ini adalah sebuah kesalahan. Alih-alih, beralihlah ke pengacara untuk membantu Anda mendapatkan apa yang benar-benar layak Anda dapatkan.

Melawan majikan yang didukung oleh perusahaan asuransi besar tidaklah mudah. Anda memiliki beberapa undang-undang maritim untuk mendukung klaim Anda, tetapi ada banyak cara di mana Anda dapat membuat kesalahan ketika mencoba untuk mendapatkan apa yang menjadi hutang Anda.

Seorang pengacara akan dapat membantu Anda memutuskan undang-undang mana yang melindungi Anda, cara mengajukan klaim, dan kesalahan apa yang harus dihindari, seperti kehilangan undang-undang pembatasan pengarsipan.

Seorang pengacara juga akan membantu Anda dengan mewakili Anda. Cukup mengajukan klaim biasanya tidak cukup untuk mendapatkan kompensasi Anda. Majikan Anda kemungkinan akan terus melawan klaim itu.

Anda mungkin perlu pergi ke arbitrase atau bahkan ke pengadilan untuk menang, dan memiliki pengacara lepas pantai yang berpengalaman di sana untuk mewakili kepentingan Anda memberi Anda peluang terbaik untuk mendapatkan kompensasi pada akhirnya.

Jika Anda terluka di lepas pantai, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan segera: ajukan laporan kecelakaan kepada majikan Anda, dapatkan perawatan medis dan simpan catatannya, dan cari pengacara yang baik untuk membantu Anda.

Menemukan pengacara yang tepat adalah salah satu dari tiga hal penting yang perlu Anda lakukan untuk memastikan Anda mendapatkan kompensasi yang akan membantu Anda membayar semua tagihan medis Anda, menutupi gaji Anda yang hilang, dan membantu Anda bangkit kembali setelah kecelakaan.

Carilah pengacara yang berspesialisasi dalam hukum maritim dan cedera lepas pantai. Jangan puas dengan pengacara cedera pribadi atau pengacara kompensasi pekerja. Para profesional ini belum tentu berpengalaman dalam hukum maritim yang berlaku untuk Anda.

Hanya puas dengan pengacara dengan pengetahuan dan pengalaman maritim khusus yang membantu orang-orang seperti Anda mendapatkan kompensasi dari pemberi kerja dan perusahaan asuransi. Hanya dengan bekerja dengan pengacara seperti ini Anda akan memastikan bahwa Anda telah melakukan yang terbaik untuk mendapatkan uang yang Anda butuhkan dan layak.

Pekerja maritim di kapal dan kapal di laut bukan satu-satunya orang di industri ini yang mengambil risiko besar dan menemukan diri mereka terluka dalam pekerjaan. Pekerja lepas pantai juga menghadapi risiko dan bahaya besar di tempat kerja.

Jika Anda bekerja di lepas pantai di anjungan atau anjungan minyak, Anda memiliki pekerjaan yang berbahaya. Kecelakaan di tempat kerja ini tidak jarang, tetapi bisa serius, bahkan fatal.

Jika Anda terluka di lokasi kerja lepas pantai, Anda memerlukan pengacara lepas pantai yang berpengalaman untuk membantu Anda menyelesaikan kasus Anda dan memastikan Anda mendapatkan kompensasi yang layak Anda dapatkan.

Ada banyak hukum maritim dan untuk menavigasinya membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang hanya dimiliki oleh para pengacara khusus ini. Seorang profesional dengan pengetahuan khusus ini dapat membimbing Anda, mewakili Anda, mencegah Anda membuat kesalahan, dan membantu Anda mendapatkan uang yang akan membuat Anda bangkit kembali.

Cedera atau kecelakaan lepas pantai dapat terjadi pada anjungan lepas pantai dan rig, tetapi juga dapat terjadi pada kapal di laut. Ada beberapa undang-undang maritim berbeda yang mencakup berbagai situasi ini, dan hanya pengacara berpengalaman yang dapat membantu Anda memutuskan undang-undang mana yang melindungi Anda dan situasi Anda.

Misalnya, jika Anda bekerja di platform atau rig, Anda tidak memenuhi syarat sebagai pelaut, tetapi Anda dilindungi oleh Outer Continental Shelf Lands Act (OCSLA). Undang-undang ini bertindak seperti jenis kompensasi pekerja federal dan dibuat untuk melindungi pekerja yang tidak memenuhi syarat sebagai pelaut atau pekerja pelabuhan.

Jika Anda memenuhi syarat sebagai pelaut, yang berarti Anda menghabiskan sebagian besar waktu kerja Anda di kapal dalam navigasi, Anda dilindungi oleh Jones Act. Kecelakaan yang terjadi di kapal Anda di lepas pantai yang menyebabkan Anda terluka membuat Anda memenuhi syarat untuk mendapatkan ganti rugi melalui undang-undang ini.

Kecelakaan lepas pantai kemudian dapat terjadi pada platform landas kontinen, struktur permanen, atau kapal yang bergerak. Dalam situasi apa pun, Anda memerlukan pengacara yang berpengalaman dalam undang-undang yang berlaku untuk kecelakaan lepas pantai untuk membantu Anda menavigasi sistem.

Bekerja di lepas pantai berbahaya dan berisiko, dan ada banyak kemungkinan situasi berbeda di mana Anda bisa terluka atau bahkan terbunuh.

Pengacara cedera lepas pantai dapat membantu Anda dengan salah satu situasi ini. Misalnya, Anda mungkin terluka dalam kecelakaan yang tidak dapat disalahkan atas tindakan siapa pun. Anda mungkin terjebak dalam cuaca buruk di atas kapal Anda dan terlempar dari tangga yang berfungsi dengan baik. Pengacara Anda akan membantu Anda mengetahui bagaimana Anda bisa mendapatkan kompensasi, meskipun tidak ada kelalaian yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Kecelakaan sejati tanpa kelalaian tidak begitu umum. Sayangnya, dalam kebanyakan kasus kecelakaan lepas pantai, tindakan pencegahan yang diambil oleh majikan dapat mencegah Anda dari cedera.

Misalnya, majikan Anda bertanggung jawab untuk memastikan kapal dan semua peralatannya berfungsi dengan baik, peralatan keselamatan tersedia, dan semua pekerja dilatih untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika majikan lalai melakukan sesuatu dan itu menyebabkan kecelakaan, dia lalai.

Apakah kecelakaan Anda terjadi di kapal di laut atau di struktur lepas pantai, Anda berhak atas kompensasi. Ini benar jika kecelakaan itu benar-benar kecelakaan atau jika ada kelalaian yang terlibat.

Dalam kedua kasus tersebut, Anda memerlukan pengacara yang baik untuk membantu Anda memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya dan untuk menentukan berdasarkan hukum mana jenis kecelakaan lepas pantai Anda.

Artikel ini telah tayang di kolaborasianaknegeri.com dengan judul ‘Pekerja Lepas Pantai dan Pelaut | How an Offshore Lawyer Can Help You?’, https://kolaborasianaknegeri.com/lawyer/id/pekerja-lepas-pantai-dan-pelaut-how-an-offshore-lawyer-can-help-you/
Penulis: admin
Editor: M15